BENAR atau NGGAK?
Kategori: Kisah Serem
Sumber: email
BAJINGAN HIPNOTIS KELILING JAKARTA
January 31, 2009, 11:27 pm
BAJINGAN HIPNOTIS
Hati hati buat yang suka ngopi ngopi di cafe dan tempat umum:
Hati-hati; kini makin banyak saja orang jahat. Tolong disebarin keteman-teman yang lainnya.

Saya dan suami saya mengalami suatu kejadian yang tidak bisa terlupakan
dan sangat mengganggu kehidupan kami berdua selama hidup.
Bahkan saat ini pun kami sedang dalam perawatan psikiater.
Kami sungguh marah dan sangat terguncang sekali. Saya ingin menceritakan pengalaman buruk kami, agar rekan-rekan dapat berhati-hati dan selalu waspada jika didekati seseorang yang tak kita kenal pura-pura meminta bantuan.
Ceritanya begini:
Suatu hari sekitar pukul 7 malam sepulang kantor kami menuju ke kemang untuk makan malam. Saya memilih sebuah tempat di sekitar cafe yang banyak terdapat di sana . Kami duduk di sebuah meja di halaman luar untuk mendapatkan pemandangan yang lebih lega dan dapat memperhatikan orang yang sedang lewat. Pada saat kami sedang berbincang-bincang, datang tiga pria dan mengambil meja tepat di samping kami. Kemudian salah satu dari
mereka ingin menyalakan rokok dan tiba-tiba mendatangi suami saya meminjam korek api. Tanpa rasa
curiga suamiku menyalakan rokok si pemuda tadi, p! ada saat hampir bersamaan, pria tersebut menepuk bahu kami berdua dan seingat saya memandang mata saya dengan tajam. Ternyata suamiku merasakan hal yang sama juga. Pemuda itu mengatakan bahwa dia bekas teman
suamiku waktu kuliah dulu di Amerika (padahal Bayu tidak pernah kuliah di Amerika).
Tapi anehnya sepert i terkena hipnotis kami mengiyakan saja, percaya dan mengganggap mereka
seperti teman karib lama yang baru saja ketemu. Dua orang temannya yang duduk di meja samping kami segera pula bergabung di meja saya. Kami berlima makan malam seperti kawan yang akrab sekali.Ketiga-tiganya masih muda dan berpenampilan menarik, saya hanya ingat salah satu bernama Rico. Setelah suamiku membayar bill usai makan, Rico mengajak kami
untuk melanjutkan bincang- bincang di tempat dia. Kita menurut saja seperti kerbau dicocok hidungnya. Kemudian kami menuju ke mobil mereka, seingat saya Kijang baru. Setelah berputar-putar yang nggak jelas
kami kemudian dibawa ke sebuah hotel di sekitar Blok M/Senayan,
kemungkinan Grand Mahakam atau Hotel Mulia (kami tidak ingat dengan jelas). Kami
kemudian merasa berada dalam sebuah kamar yang cukup besar dengan ruang
tamu (suite room). Seperti disihir, salah satu dari mereka mengajak
suamiku ke ruang tamu untuk minum-minum sedangkan yang dua (Rico dan temannya)
meminta saya masuk ke dalam kamar yang terpisah dengan ruang tamu. Anehnya
saya merasa senang saja dan menuruti semua perkataan Rico.
Menurut pengakuan suami dia juga merasakan hal yang sama. Rico kemudian melepas baju saya dan kami melakukan hubungan intim, seakan-akan tanpa paksaan. Entah di bawah pengaruh dan kekuatan apa, saya melayani dengan "rela" ketiga pemuda tadi secara bergantian. Pada
saat itu saya betul-betul tidak merasakan adanya paksaan sama sekali. Bayu tidak sadar sama sekali, bahwa istrinya tengah tidur dengan tiga lelaki secara bergantian di bawah pengaruh hipnotis.

Setelah ketiganya selesai, saya diajak ke bath-tub dan dimandikan oleh
salah satu teman Rico. Setelah memakai baju kembali, mereka meminta semua
perhiasan, jam, dompet, dan HP saya. Bayu juga mengalami hal yang sama pada saat di kamar tamu juga diminta semua barang- barangnya. Yang saya ingat Rico mengatakan bahwa itu dibutuhkan untuk biaya reuni alumni. Rico kemudian mengantar kami kembali ke kemang, dan dia mengatakan terima kasih atas pelayanan saya serta sumbangan untuk
alumni. Kami berdua masih belum terlalu sadar. Sesampainya di mobil kami, saya melihat jam di mobil yang telah menunjukkan pukul 1 dini hari. Pada saat itu saya sudah mulai sadar bahwa selama lebih dari empat jam kami dibawa oleh ketiga
pemuda tadi. Tetapi saya masih merasakan itu sebagai mimpi. Sesampainya
di rumah di daerah Bintaro saya menanyakan kepada suami apa yang telah
terjadi, kami akhirnya menyadari apa yang telah terjadi. Kami telah jatuh
ke tangan bajingan biadab yang memperdayai saya, bahkan saya telah
dengan suka rela berhubungan badan dengan mereka. Bagai langit jatuh
menimpa kami, saya merasa terhina sekali dan mau bunuh diri saja
rasanya. Aku menangis tak berkesudahan seperti gila. Satu-satunya bukti nyata
yang saya punyai adalah bekas ceceran sperma Rico pada stocking saya
yang masih berbekas. Suami tidak bisa lagi mengingat-ingat kejadian
tersebut.
Kami seperti orang linglung, hilang pikiran sama sekali. Kami mengalami
stres berat. Pukulan luar biasa bagi hidup sehingga jiwa kami sungguh
terguncang. Ya Tuhan, ampunilah kami. Kenapa nasib kami begini? Keluarga
saya segera mengantarkan kami menemui psikiater. Dengan bantuan
psikiater, kami dihipnotis dan sedikit-demi sedikit bisa mengungkapkan apa yang telah
terjadi. Menurut psikiater, kejadian ini telah beberapa kali terjadi di Jakarta dengan modus yang sama. Yang pertama menimpa suami-istri yang sedang makan malam di sekitar Taman Ria Senayan,
yang kedua menimpa pasangan muda-mudi yang tengah makan malam di Cafe
daerah Kelapa Gading.
Kesemuanya juga dibawa ke sebuah tempat, yang wanita
disebadani dan diambil semua barang berharganya. Kemudian keduanya
dikembalikan ke lokasi semula. Berhati-hatilah jika Anda terutama pasangan
muda, kalau ada orang yang meminta bantuan (meminta api rokok atau apa
saja). Jika mereka menepuk Anda, segera pukul atau tampar mereka. Dan
jangan sekali-kali menatap mata mereka secara langsung. Para pemuda
tadi adalah Bajingan maniak yang mempunyai ilmu hipnotis tinggi dan ingin memperdayai istri-istri orang.
Salam keprihatinan mendalam
Benar
Benarnggak.com memberikan evaluasi "benar" karena kita mendengar dari teman dekat yang mengalami dampak bajingan ini sendiri bahwa memang ada bajingan hipnotis yang sekarang (2009) keliling jakarta... sayangnya kita tidak dapat mengkonfirmasi kisah suami istri ini .... kalau ada keterangan lebih lanjut mohon menghubungi benarnggak.com di info@benarnggak.com ...

|